Thursday, 18 August 2011

Katakan TAK pada GHIBAH!

Meskipon, Ramadhan sudah bertandang. Namun, budaya GHIBAH masih tidak dapat dibendung dikalangan masyarakat kita hari ini. Ana yakin, ramai dikalangan kita pernah kena GHIBAH ataupon, diri sendiri suka GHIBAH.. Nauzubillah..

Apa itu GHIBAh? Apa hukumnya?

Hukum : haram

Baik ana bawakan hadis nabi berkaitan dengan GHIBAh.. Definisi ghibah dapat kita lihat dalam hadits Rasulullah SAW berikut ini:

“Ghibah ialah engkau menceritakan saudaramu tentang sesuatu yang ia benci.”
 Si penanya kembali bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah pendapatmu bila apa yang diceritakan itu benar ada padanya ?”
Rasulullah SAW menjawab, “Kalau memang benar ada padanya, itu ghibah namanya. Jika tidak benar, berarti engkau telah berbuat buhtan (mengada-ada).”
(HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad).



Ghibah hanya dibenarkan untuk beberapa situasi:

1. Orang yang mazhlum (teraniaya) boleh menceritakan dan mengadukan kezaliman orang yang menzhaliminya kepada seorang penguasa atau hakim bagi menuntut haknya.

2. Meminta bantuan untuk menyingkirkan kemungkaran
dan agar orang yang berbuat maksiat kembali ke jalan yang benar. Pembolehan ini dalam rangka isti'anah (minta tolong) untuk mencegah kemungkaran dan mengembalikan orang yang bermaksiat ke jalan yang hak.

3. Istifta' (meminta fatwa)
akan sesuatu hal. Walaupun kita diperbolehkan menceritakan keburukan seseorang untuk meminta fatwa, untuk lebih berhati-hati, ada baiknya kita hanya menyebutkan keburukan orang lain sesuai yang ingin kita adukan, tidak lebih.

4. Memperingatkan kaum muslimin dari beberapa kejahatan contohnya: Apabila kita melihat seorang penuntut ilmu agama belajar kepada seseorang yang fasik atau ahli bid'ah dan kita khawatir terhadap bahaya yang akan menimpanya. Maka kita wajib menasehati dengan cara menjelaskan sifat dan keadaan guru tersebut dengan tujuan untuk kebaikan semata.

5. Menceritakan kepada khalayak tentang seseorang yang berbuat fasik atau bid'ah seperti, minum-minuman keras, menyita harta orang secara paksa, memungut pajak liar atau perkara-perkara bathil lainnya. Ketika menceritakan keburukan itu kita tidak boleh menambah-nambahinya dan sepanjang niat kita dalam melakukan hal itu hanya untuk kebaikan

6. Bila seseorang telah dikenal dengan julukan si pincang, si pendek, si bisu, si buta, atau sebagainya, maka kita boleh memanggilnya dengan julukan di atas agar orang lain langsung mengerti. Tetapi jika tujuannya untuk menghina, maka haram hukumnya. Jika ia mempunyai nama lain yang lebih baik, maka lebih baik memanggilnya dengan nama lain tersebut.

Tintaku: Kadang-kadang kita leka dengan duniawi. Elakkan berkawan dan cuba untuk berjauhan dari insan yang suka melakukan GHIBAH.. InsyaAllah, nasihat ini buat diri ana jua. Ana akhiri dengan ayat Al-Quraan : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)


p/s : Ghibah nie seperti memakan daging saudara sendiri.

1 comment:

  1. salam...sahabatku atiqah yg dirindui...aku suka post yg ni...sgt sesuai sbg panduan semua umat... perkara yg sering kali manusia lakukan... semoga kita insafi dgn segala kesilapan kita...

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...